Hong Kong: Satu Negara Dua Sistem



Hong Kong merupakan Daerah Administratif Khusus China. Kawasan ini terletak di bagian tenggara China dan berbatasan dengan Provinsi Guangdong. Nah, hingga tahun 2047 nanti, sistem pemerintah di Hong Kong menganut paham “Satu Negara, Dua Sistem”. Apakah itu?
Awalnya, wilayah Hong Kong dan sekitarnya milik China. Usai Perang Candu, China terpaksa menyerahkannya kepada Inggris. Sekadar tahu, Perang Candu (dari tahun 1839—1842) adalah perang yang terjadi antara Dinasti Qing (China) dengan Perusahaan Dagang Hindia Timur (Inggris). Perang ini terjadi karena kedua pihak memperebutkan wilayah perdagangan. Pihak Inggris akhirnya memenangi perang tersebut.
Tanggal 29 Agustus 1842, China dan Inggris menandatangani perjanjian Nanking. Isi perjanjian antara lain menyerahkan Hong Kong kepada Inggris selama 99 tahun. Penyerahannya berlaku mulai tanggal 1 Juli 1898 dan berakhir 1 Juli 1997.
Satu Negara, Dua Sistem
Tanggal 1 Juli 1997, wilayah Hong Kong resmi kembali ke China. Meski demikian, Hong Kong memiliki hak istimewa. Hak istimewa ini diatur dalam perjanjian Joint Declaration (tahun 1984) yang telah disepakati pihak China dan Inggris.
Inti dari perjanjian tersebut adalah pembentukan paham “Satu Negara, Dua Sistem”. Artinya, Hong Kong diperbolehkan mengatur perekonomian serta sistem sosialnya sendiri. Hal itu terbukti dari mata uang Hong Kong yang tak mengikuti China. Mata uang China adalah yuan (CNY), sedangkan mata uang Hong Kong yaitu dollar Hong Kong (HKD). Nah, hak istimewa ini berlaku hingga 50 tahun ke depan setelah masa penyerahan kembali ke China atau hingga tanggal 1 Juli 2047.
Hong Kong memang memiliki hak istimewa. Tapi untuk masalah pertahanan keamanan dan hubungan luar negeri, Hong Kong tetap mengikuti kebijakan China.
Peringatan 12 Tahun
Rabu (1/7) merupakan peringatan 12 tahun kembalinya Hong Kong ke China. Peringatan tersebut diisi dengan unjuk rasa puluhan ribu warga di jalanan Hong Kong. Mereka meminta agar Pemerintah Pusat (China) memberi hak pilih kepada mereka pada tahun 2012 nanti.
Hak pilih ini dipakai untuk memilih pemimpin eksekutif serta badan legislatif Hong Kong. Padahal, hak pilih itu baru akan diberikan pada warga Hong Kong tahun 2017.
Menurut laporan AFP, Rabu (1/7), para pengunjuk rasa terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Mereka menyanyikan lagu berjudul We Are Ready (kami siap) sambil berjalan menyusuri jalan kota Hong Kong.

No Response to "Hong Kong: Satu Negara Dua Sistem"

Poskan Komentar